Aku tidak tahu apa yg kuinginkan.
Hari ini kosong dan sepi, sama seperti semenjak puasa lalu. Merasakan kehampaan yg luar biasa. Galau
Perutku terasa sakit. Yg keluar hanya cairan. Mungkin ini cairan otak dan hatiku yg telah meleleh, yg kemudian mengalir melalui saluran bawah. Otak yang sudah gak kuat menahan betapa beratnya beban ini.
Akhirnya, sudah kembali keras. Sepertinya masuk angin. Maklum, kasurku sudah setipis kertas, jadi seperti terasa tidur di lantai dan akhirnya masuk angin. Oh seandainya ini bukan di Jakarta. Seandainya ini ada di rumah, di kampung. Walau bukan toilet duduk, masih di pinggir sungai, dengan berbagai dilema dan tantangannya, tapi terasa menyenangkan. Oh seandainya.
No comments:
Post a Comment