Thursday, September 29, 2011

29 Sep 2011 - Otakku Tertinggal di Toilet

Pagi yang cerah, mentari tersenyum berseri. Hari apakah ini? Yap, ini hari pertama masuk kerja, setelah liburan lebaran cukup lama. Aira berangkat dengan gembira, naik skuternya bernyanyi2. Kota Jakarta begitu lengang, kecepatan 100 km/jam tidak terasa baginya.

Sampai di kantor, hawa begitu sejuk. Dibukanya pintu ruangan dengan tersenyum. Teman2 ruangannya telah menanti disitu. Dengan semangatnya, Aira merapikan mejanya yg berserakan, menyalakan PC, berolahraga sebentar, dan bernyanyi-nyanyi. Bunga-bunga plastik, jam dinding, printer, kalender, dan seluruh yg ada di ruangan tampak gembira mendengar nyanyiannya. Oh sungguh bahagia hidupnya di pagi ini. Hari baru untuk memulai semangat kerja baru.

Tapi kebahagiaan itu tidak lama bagi Aira, tiba2 sebuah bayangan besar masuk ke ruangan. Takdirnya langsung berubah. Ternyata Panda kesayangan Aira datang dan langsung menghampirinya.

Panda: Aira, mana kerjaanmu yg kemarin sebelum liburan? Yang itu tu.

Aira: Oh, maaf pak, belum selesai, habis ini saya selesaikan.

Panda: lama amat kau ngerjainnya. Sudah 1 bulan gak selesai2. Kerjaan GAK PAKE OTAK aja lama amat!

Sontak, mendengar itu, seluruh aura kebahagiaan yg tadi menyelimuti Aira sekejap sirna. Bunga2 plastik langsung layu, burung2 di langit berguguran, jam dinding tiba2 rusak, kalender tiba2 jatuh dari dinding. Aira pucat. Baru 11 bulan ia bekerja, sudah tertohok dengan kata2 Pandanya. Oh sungguh malang. Semua yg di ruangan hanya bisa terdiam.

Dan lamunan kebahagiaan Aira pun sirna.

.....

Dan disinilah aku, sedang terduduk di toilet, sambil menikmati sensasi bermain flush. Tiba2 suasana menjadi lain. Bulu kudukku berdiri. Aura angker menyelimuti. Terdengar suara isak tangis perempuan. Buset. Serem. Masak siang bolong gini ada kuntilanak nangis. Hiiii....

Dan akupun keluar dari toilet. Kudapati sesosok wanita sedang duduk di sudut. Oh, dia Aira. Matanya merah dan berair. Sepertinya habis pakai insto.

Aku: Aira, ngapain lu? Sakit mata ya? Kok merah?

Aira: Gue lagi nangis, lu gimana sih?

Aku: oh, pantes, kirain tadi ada kuntilanak nangis di siang bolong. Gue ketakutan pas di toilet.

Aira: -_-"

Aku: ngapain kok nangis?

Aira: gue dibilang GAK PUNYA OTAK sama Panda.

Aku: Kok bisa? Emang otak lu dimana?

Aira: ya di kepala lah, emang dimana lagi.

Aku: ya berarti si Panda yg gak punya otak. Masa dia gak bisa tahu kalau otak lu di kepala.

Aira: emang otaknya dimana?

Aku: gak tahu, mungkin ketinggalan di toilet. Tadi dia boker duluan sebelum gue. Dan habis dia keluar, toilet jadi mampet, mungkin otaknya nyumbat kloset. Jadi daritadi aku flush terus.

Aira: Otak lu kali yg ketinggalan di toilet. Daritadi gak nyambung diajak omong.

Aku: Oh ya, sepertinya otakku ketinggalan di toilet.
.....



(Diinspirasi dari kisah nyata namun diceritakan secara fiksi dan berlebihan)


No comments:

Post a Comment